Penyakit usus buntu bisa dikatakan pembengkakan yang terjadi di Apendix (umbai usus buntu). Peradangan ini terjadi karena penumpukan sisa-sisa makanan di usus besar. Usus buntu menyebabkan perasaan nyeri yang menyakitkan di perut, biasanya sakit di sebelah kanan. Penyakit jika tidak segera ditangani akan menjadi berbahaya. Umbai usus buntu itu bisa saja meledak dan isi usus pun akan menyebar ke seluruh perut. Penyakit usus buntu akut memerlukan penanganan serius dan intens. Untuk mengobatinya adalah dengan jalan operasi. Lantas berapa biaya operasi usus buntu? Berapa rupiah yang perlu digelontorkan untuk operasi usus buntu ini?

Kisaran tarif operasi untuk menangani penyakit usus buntu biasanya tergantung dari kelas kamar yang di pesan pasien. Semakin bagus kelasnya, semakin mahal pula tarif operasinya.

  • Operasi biasa:
  • Kelas 3—Rp 7.750.000,-
  • Kelas 2—Rp 10.050.000,-
  • Kelas 1—Rp 12.500.000,-
  • Operasi dengan teknik laparoskopi:
  • Kelas 3—Rp 13.000.000,-
  • Kelas 2—Rp 17.000.000,-
  • Kelas 1—Rp 20.000.000,-

Operasi laparoskopi atau disebut operasi lubang kunci adalah langkah medis yang dilakukan untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul oleh seorang ahli bedah. Teknik bedah ini berbeda dengan teknik bedah lainnya. Operasi laparoskopi memiliki beberapa keuntungan untuk pasiennya. Keuntungan dari operasi ini antara lain, pasien tidak terlalu merasakan sakit jika dibanding dengan operasi lainnya; teknik ini tidak memerlukan sayatan yang besar, bekas luka pasien pun lebih sedikit; pendarahan lebih sedikit sehingga transfusi darah kemungkinan tidak perlu dilakukan; seusai operasi, pasien diperbolehkan langsung pulang; dan proses penyembuhannya cepat.

Sebelum menjalankan operasi laparoskopi, biasanya pasien akan diberi petunjuk oleh dokter kapan harus berhenti makan dan minum, dll. Dengan teknik laparoskopi, waktu operasi menjadi lebih pendek. Dalam situasi tertentu, operasi hanya berjalan selama 30 menit saja. Proses penyembuhan dan pemulihan gerakan usus (pergperistaltik usus) setelah operasi lebih cepat. Umumnya pasca operasi pasien dirawat sekitar 3-5 hari, dengan operasi laparoskopi, pasien sudah dapat segera pulang. Apabila ingin menginap dulu di rumah sakit, bisa jadi si pasien hanya dirawat 1 atau 2 hari saja.

Untuk masyarakat menengah ke bawah yang penghasilannya masih di bawah rata-rata, biaya operasi usus buntu menjadi mahal untuk mereka. Biaya yang mahal membuat terkendalanya proses pengobatan terkendala. Namun sekarang ini, operasi laparoski untuk entah itu untuk mengangkat usus meradang hingga pengangkatan kantong empedu, semuanya ditanggung oleh BPJS. Intinya, asal itu adalah tindakan medis dan sesuai dengan prosedur yang ada, maka itu ditanggung BPJS sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan JKN (permenkes nomor 28 tahun 2014).

Mengetahui Gejala dan Besarnya Biaya Operasi Usus Buntu

Setiap orang tentunya menginginkan kondisi tubuh yang sehat dan jauh dari segala jenis penyakit. Namun ada beberapa hal yang Kita tidak sadari secara langsung bahwa berbagai jenis makanan yang Kita makan sehari-hari serta berbagai macam kegiatan yang Kita lakukan di luar rumah dapat mengundang berbagai jenis penyakit. Salah satunya yaitu penyakit usus buntu. Penyakit ini menyerang segala usia dengan berbagai faktor yang berbeda-beda bahkan hingga harus melakukan operasi untuk menyembuhkan penyakit usus buntu tersebut. Sedangkan untuk biaya operasi usus buntu sendiri terbilang tidak murah dan membutuhkan berbagai biaya lainnya setelah operasi tersebut selesai, seperti harus adanya perawatan pasca operasi yang meskipun tidak memakan biaya yang besar namun perlu diperhatikan secara cermat.

Untuk menjaga diri Anda dari bahaya penyakit usus buntu, maka Anda harus memahami berbagai gejala yang dapat memungkinkan Anda terkena penyakit ini:

  1. Kehilangan nafsu makan

Bagi sebagian orang mungkin akan merasa biasa saja saat mengalami tidak nafsu makan ada beberapa yang memang sengaja tidak makan dikarenakan diet dan yang lainnya. Namun jika Anda memiliki anak dan nafsu makan dari anak Anda menurun, maka Anda patut waspada. Bisa jadi anak Anda mengalami gejala usus buntu sehingga menyebabkan anak tersebut kehilangan nafsu makan.

  1. Perut kembung

Saat Anda terlalu banyak minum ataupun dikarenakan masuk angin, perut Anda dapat mengalami kembung. Tentu saja ada perasaan tidak nyaman dengan sistem pencernaan Anda jika perut Anda mengalami kembung. Jika kembung ini terus terjadi kepada Anda maka lebih baik Anda segera ke dokter untuk mengetahui secara pasti apa penyebab dari perut kembung tersebut. Anda jangan menyepelekan gejala yang terjadi pada diri Anda.

  1. Tidak dapat buang gas

Tidak wajar apabila Anda tidak dapat mengeluarkan gas yang merupakan salah satu bentuk sekresi dari diri Anda. Bahkan Anda dapat dilarikan ke rumah sakit apabila Anda tidak dapat buang gas. Serta merupakan salah satu indikasi Anda terkena gejala usus buntu yang menyulitkan Anda untuk buang gas. Biaya operasi usus buntu yang tidak sedikit mengharuskan Anda untuk menjaga kesehatan diri sebaik mungkin.

  1. Mual disertai muntah

Waspadalah jika Anda mengalami gejala mual dan muntah yang berkelanjutan dan sedang tidak masa hamil, bisa jadi hal tersebut berhubungan dengan gejala usus buntu yang menyerang kesehatan Anda. Pastikan bahwa gejala mual dan muntah tersebut tidak berlanjut menjadi sangat parah sehingga Anda lebih baik untuk segera membawa diri ke rumah sakit ataupun dokter terdekat untuk menangani gejala tersebut.

  1. Diare

Diare ini dapat disebabkan oleh kebersihan makanan yang Anda konsumsi. Jika Anda mengalami diare dengan tingkat yang sudah parah dan tak kunjung sembuh maka dapat dipastikan bahwa Anda terserang gejala usus buntu. Maka dari itu jangan sepelekan diare yang Anda alami. Diare yang menyerang Anda dapat membuat Anda dehidrasi dan juga membuat tubuh Anda lemas.

  1. Demam

Mengalami demam tidak lantas dapat dipastikan Anda mengalami gejala usus buntu, namun hal tersebut dapat mengindikasi Anda mengidap usus buntu. Maka dari itu jika Anda terserang demam lebih baik segera tangani dan juga ada niat dan kemauan untuk sembuh dari diri Anda. Daripada mengeluarkan biaya operasi usus buntu yang besar lebih baik Anda mencegah dan mengatasi gejala-gejala usus buntu tersebut dengan cermat dan bijak.

LEAVE A REPLY